Apa Cintailah cinta yang mencintaimu

 


"Menatap indahnya semesta; hidayah"


Sisi Lain dari Sunshine: Ketika Aku Jatuh Cinta dalam Diam pada Sahabat Sendiri

​Memiliki seorang sahabat yang kehadirannya sehangat matahari adalah sebuah anugerah. Seseorang yang baru akrab setelah lulus sekolah, padahal dulu setiap hari saling berpapasan di depan kelas yang berseberangan. Namun, sedekat apa pun sebuah hubungan persahabatan, ada satu wilayah abu-abu yang paling ditakuti oleh siapa saja yang terlibat di dalamnya. Wilayah itu bernama jatuh cinta.

​Sialnya, di sanalah aku berada saat ini. Berdiri di persimpangan jalan yang membingungkan, di mana aku menyadari bahwa rasa nyaman yang kurasakan saat bersamanya telah bermutasi menjadi sesuatu yang jauh lebih dalam. Aku jatuh cinta padanya, pada si pemilik energi sunshine yang selalu sukses mencerahkan duniaku. Dan seperti cerita-cerita klasik lainnya, aku memilih untuk mencintainya dalam diam.

​Rasa yang Tumbuh di Sela-Sela Tawa

​Awalnya aku sempat menyangkal rasa ini. Ah, ini pasti cuma rasa sayang biasa antar sahabat, pikirku waktu itu. Tapi perasaan tidak bisa dibohongi. Rasa itu mulai terasa berbeda ketika hal-hal kecil yang dia lakukan mulai membuat jantungku berdetak dengan ritme yang tidak biasa.

​Saat dia tertawa lepas menceritakan hal konyol di depanku, mataku tidak lagi sekadar melihat seorang teman yang lucu, melainkan sosok yang ingin kujaga selamanya. Ketika dia dengan gemasnya menceritakan impian-impian masa depannya, diam-diam aku menyelipkan satu doa egois di dalam hati: semoga di dalam masa depan yang sedang ia susun itu, ada aku yang menemaninya, bukan sebagai sahabat, tapi sebagai seseorang yang berhak memeluknya saat dia lelah.

​Menatap dari Dekat tapi Terasa Sangat Jauh

​Menjadi pengagum rahasia dari sahabat sendiri itu memiliki tingkat kerumitan yang luar biasa. Di satu sisi, aku beruntung karena bisa berada sangat dekat dengannya. Aku bisa mendengarkan suaranya kapan saja, tahu apa makanan kesukaannya, tahu apa yang membuatnya sedih, dan menjadi orang pertama yang dia cari saat butuh teman cerita.

​Namun di sisi lain, kedekatan ini adalah ruang penyiksaan yang paling halus. Aku dipaksa untuk terus memakai topeng bernama sahabat. Ada momen-momen di mana aku ingin sekali mengacak rambutnya dengan penuh kasih sayang, atau menatap matanya sedikit lebih lama untuk menyiratkan isi hatiku, tapi logika langsung menarikku kembali. Aku harus mengerem semua impuls itu karena sadar, satu langkah yang salah bisa menghancurkan kenyamanan yang sudah kami bangun sejak lulus sekolah dulu.

​Ketakutan Terbesar di Balik Sebuah Kejujuran

​Banyak orang bilang, kalau cinta ya diungkapkan. Tapi bagi kami yang terjebak dalam friendzone, taruhannya terlalu besar. Dia adalah sunshine-ku. Kehadirannya adalah alasan kenapa masa-masa pasca-sekolahku tidak terasa sepi dan membosankan. Kalau aku jujur dan ternyata dia tidak merasakan hal yang sama, apakah keadaan akan tetap sama?

​Ketakutan terbesar bukanlah penolakan itu sendiri, melainkan bayang-bayang bahwa setelah hari itu, dia akan merasa canggung, menarik diri pelan-pelan, dan akhirnya kami kembali menjadi dua orang asing seperti saat di koridor sekolah dulu. Aku tidak siap kehilangan sahabat terbaikku hanya demi memuaskan ego rasaku.

​Mengikhlaskan Rasa demi Menjaga Senyumnya

​Pada akhirnya, mencintainya dalam diam adalah pengorbanan paling tulus yang bisa kuberikan saat ini. Aku memilih untuk menyimpan rapat-rapat perasaan ini di sudut hati yang paling dalam, membiarkannya mengendap bersama tawa dan obrolan random kami setiap hari.

​Melihatnya tetap tersenyum lepas tanpa beban di depanku jauh lebih penting daripada memaksakan perasaanku. Biarlah untuk sekarang aku menjadi bumi yang setia berputar mengitari mataharinya, menikmati kehangatan yang dia bagikan, tanpa pernah egois untuk memilikinya. Menjadi sahabat yang selalu ada untuknya, mendengarkan segala ceritanya, dan mencintainya dengan cara yang paling sunyi namun paling abadi.

Komentar

  1. Geometries could be constructed more easily as a result of} 3D printing process, adding complexity with out extra cost. The pace and versatility of 3D Printing lets product developers create bodily snapshots of their designs through the iterative process. ABS and ASA 3D prints have selection of|quite so much of|a wide range of} colors and are a staple to 3D printed plastics. With a little bit of expertise, effort, and time, you can to|you probably can} even design a fully-functioning electric unicycle to help you|that will help you|that can assist CNC machining you} get around. It’s a sophisticated however amazing 3D printing project to explore as a result of} varied techniques involved; it will really hone your capability to work together with your system.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer